tugas oskm itb


Negeri Indonesia tercinta yang luas dan beragam memiliki tantangan tersendiri. Ribuan pulau yang terhampar, memiliki kisah dan masalah yang unik. Sulit diakui memang bahwa Indonesia dengan kekayaan alam melimpah, dengan penduduk yang menyebar, masih kesulitan mencapai kemakmuran merata. 

Masih banyak ketimpangan.

Kekayaan sumber daya alam seharusnya bisa menjadi modal besar bagi bangsa kita untuk maju. Jika saja kita bisa mengelola dan memanfaatkannya dengan baik, pasti kondisi negara akan terus membaik. Namun, nyatanya kekayaan alam ini ibarat bumerang. Salah langkah, runyam akibatnya

Seperti pada salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung, Baleendah. Baleendah sudah terkenal akan fenomena banjir yang belum bisa teratasi dengan baik. Aktivitas masyarakat dilumpuhkan seketika, meskipun beberapa yang sudah terbiasa, tetap beraktivitas seperti tak terjadi apapun. Berbagai upaya yang dilakukan, belum mampu menghalau banjir. Sistem saluran air semakin lama semakin jarang dijumpai akibat pembangunan rumah. Rumah-rumah berjejeran semakin padat. Ditambah dengan sulit ditemuinya pepohonan yang mampu menyerap air. Di sisi lain, kebiasaan buruk oknum masyarakat membuat masalah ini semakin parah. Mereka tanpa rasa bersalah seringkali membuang sampah sembarangan, bahkan beberapa melakukannya rutin. Tumpukan sampah pada musim hujan akan terbawa ke saluran air sehingga mampu menghambat pergerakan air. Kondisi ini yang juga menyebabkan fenomena banjir tak kunjung dapat solusinya. 

Banyak masyarakat mengambil langkah untuk meninggikan bagian bawah rumahnya, atau membuat benteng penahan air. Hal ini membuat air menggenangi jalan raya dan berpindah ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah. Sehingga hal ini terkadang membuat air bergerak dan berkumpul ke salah satu tempat atau rumah yang lebih rendah. Jelas, bukan solusi jangka panjang.


Ini tugas penting.


Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia 

-Soekarno


Semua orang berharap perubahan yang baik. Semua percaya bahwa generasi muda adalah orang yang mampu membenahi semua ini. Generasi muda harus mampu menemukan solusi yang tepat, mampu menguraikan permasalahan. Mereka memiliki semangat membara yang seharusnya disalurkan untuk hal baik bagi bangsa. Konteks generasi muda dalam tulisan ini bisa kita perkecil menjadi mahasiswa, orang pilihan yang berkesempatan duduk di bangku kuliah. Namun, seringkali mereka kehilangan identitasnya sebagai mahasiswa dan sebagai warga negara. 

Perlu adanya refleksi diri agar jati diri mereka semakin jelas. Mahasiswa juga memiliki PoPoPe (Posisi, Potensi, Peran) yang dapat mereka analisis untuk menguatkan identitas sehingga berguna bagi bangsa.


Posisi

Mahasiswa memang memiliki kesempatan yang lebih untuk merasakan pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, hal itu tidak berarti kedudukan mahasiswa lebih tinggi daripada masyarakat lainnya yang tidak memiliki kesempatan serupa. Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sehingga posisinya sejajar bersama masyarakat lainnya. Mahasiswa yang tinggal di Baleendah tentu sejajar dengan masyarakat Baleendah lainnya. Tidak perlu dan tidak seharusnya diberi keistimewaan atau malah dianggap rendah.

Melalui privilege yang dimilikinya, sudah seharusnya mahasiswa berupaya bergerak demi mewujudkan cita-cita bangsa. Dimulai dari hal kecil seperti membantu penyelesaian masalah di sekitarnya. Mahasiswa sebagai anggota masyarakat perlu melakukan gebrakan internal agar seluruh masyarakat mau bekerja sama, bergerak bersama, untuk mencapai solusi terbaik.


Baca juga postingan Perlukah Wanita Berpendidikan Tinggi: The Alpha Girl’s Guide


Potensi

Mahasiswa sebagai insan akademis juga harus mampu mengenali potensi yang muncul sehingga bisa menjadi dorongan dan solusi yang efektif. Potensi yang muncul dapat berkaitan dengan diri sendiri, lingkungan, dan juga keadaan. Setiap subjek dan kondisi memunculkan potensi masing-masing. Sehingga bisa kita bayangkan jika seluruh mahasiswa mampu menghadapi potensi dengan baik, akan banyak solusi yang muncul berkaitan dengan masalah yang berbeda. Mahasiswa juga dapat mempertajam kemampuan mengenali potensi dengan ikut bergabung bersama organisasi atau unit kegiatan mahasiswa agar mengasah kemampuan bersosialisasi dan pada ujungnya dapat mengamati kondisi sekitar dan potensi pemecahannya.

Kembali pada kasus banjir di Baleendah. Solusi optimal yang belum ditemukan, membuat potensi mahasiswa terbuka lebar. Dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, mahasiswa mampu menganalisis upaya penanganan yang tepat. Ide atau upaya ini nantinya dapat didiskusikan dengan masyarakat setempat atau diajukan kepada pemerintah daerah sebagai masukan. 

Sebagai salah satu mahasiswa di bidang kebumian, saya dapat berperan aktif dalam menghadapi potensi yang ada. Saya dapat menggabungkan masalah dan potensi yang ada untuk memberi solusi yang optimal. Contohnya, pemuda di daerah Baleendah kebanyakan sering berkumpul bersama teman-temannya, solidaritas tinggi. Maka saya dapat memanfaatkan hal ini untuk merencanakan upaya kecil atau gerakan bersama mereka untuk mencegah banjir. Jika saya mampu mengajak beberapa pemuda, maka teman-teman mereka juga lebih mudah untuk tertarik dan ikut membantu.


Peran

Hingga saat ini, banyak orang beranggapan bahwa peran mahasiswa hanya sebatas mengkritik kebijakan pemerintah dan berdemonstrasi memperjuangkan keadilan, padahal jika ditelaah lebih dalam, peran mahasiswa mampu lebih dari itu.

Mahasiswa mampu bergerak dan mempelopori suatu pergerakan demokrasi dalam kaitannya dengan kebijakan pemerintah, keadilan, dan kepentingan masyarakat. Mahasiswa juga dapat melakukan pengabdian kepada anggota masyarakat lainnya. Membantu menyelesaikan permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Dengan ilmu, soft skill, hard skill, dan kecakapan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berpikir kritis terhadap permasalahan. Penyelesaian masalah ini juga dapat melibatkan potensi yang ada, sehingga dapat tersalurkan dengan baik. 

Dengan sering bergelut pada kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa mampu menumbuhkan rasa kepekaan dalam dirinya mengenai isu sosial kemasyarakatan. Hal ini secara umum berarti bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa dapat menempa dirinya agar bisa menjadi calon pemimpin yang berorientasi kepentingan bersama. Mahasiswa perlu terus menerapkan ilmu yang didapatnya untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi yang berorientasi pada keuntungan semata.

Dilihat dalam kasus banjir Baleendah, sebagai orang yang memiliki ilmu pengetahuan, mahasiswa harus mampu mengajak dan menjelaskan kepada masyarakat mengenai banjir serta hal-hal yang berkaitan. Sebagai contoh, saya  harus mampu menarik minat masyarakat agar peduli banjir dengan membuat infografis menarik atau melalui cerita-cerita untuk anak-anak agar mereka mudah memahaminya, dibandingkan penjelasan dengan istilah ilmiah. Saya juga dapat bekerja sama dengan anggota karang taruna dalam melakukan kampanye atau kegiatan rutin pembersihan lingkungan. Kami juga dapat melakukan dana usaha dan penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak banjir. Terlebih, sisa uang dapat dialokasikan untuk kegiatan lingkungan. Kami juga dapat memupuk kepedulian masyarakat dengan mengadakan challenge lingkungan atau workshop mendaur ulang sampah dan membuat alat filter air. 

Tak ada yang tidak mungkin, bisa saja dari masyarakat ini akan lahir seseorang yang peduli lingkungan atau ilmuwan yang akan membebaskan masyarakat dari banjir.


Mahasiswa belum pantas menyandang kata “maha” jika belum mengenali dirinya sendiri