Tahun Pertama Menjadi Mahasiswa ITB

Hari pertama kuliah mungkin menjadi hari yang paling ditunggu oleh para mahasiswa baru. Ingin berjalan menjelajahi setiap sudut kampus, melihat ruang kelas, membaca buku di perpustakaan, serta berkenalan dengan teman-teman baru. Tak terkecuali saya dan teman-teman angkatan 2020 lainnya. Hanya saja, bayangan berkeliling kampus itu harus dipendam karena kondisi yang tidak memungkinkan.


Covid-19.


Meskipun begitu, sejak awal dinyatakan masuk ke ITB, mahasiswa baru sudah diajak bergabung dengan grup Line fakultasnya. Lumayan untuk menggantikan interaksi offline dalam berkenalan. Walaupun berkenalan secara offline memang sangat diharapkan. 

Pretest dan OSKM ITB

Sebelum mulai masuk kuliah, tentu ada banyak rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru. Mahasiswa baru ITB mungkin tidak asing dengan pretest TPB dan tidak sedikit yang dibuat stres karenanya. Pretest. Namanya memang sangat menyeramkan ditambah dengan membayangkan bagaimana sulitnya soal ujian di ITB yang terkenal sadis. Mulai kembali membuka buku SMA atau bertanya pada kakak tingkat. Ya, itu yang banyak dilakukan para mahasiswa baru dalam menghadapi pretest. Pretest ini digunakan untuk memetakan kemampuan para mahasiswa baru di setiap fakultasnya dan bukan sebagai tolak ukur penilaian mahasiswa. Seingat saya tidak semua fakultas mengerjakan pretest, misalnya saja FSRD. 


Saat tahun 2020 lalu, seperti ini rinciannya.

  1. Pretest matematika, fisika, dan kimia untuk SAPPK, STEI, FMIPA, FTI, FITB, FTMD, FTTM, FTSL, SF, dan SITH

  2. Pretest matematika untuk SBM


Pretest dilakukan sebelum masa ospek dimulai. Ospek mahasiswa di ITB terkenal dengan nama Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB. Dimana OSKM ini dahulu dilakukan secara daring akibat pandemi. Meskipun begitu, tujuannya tetap sama yaitu untuk menanamkan nilai-nilai budaya berkemahasiswaan dan mempersiapkan mahasiswa baru mengenal lingkungannya. Saya sedikit sedih karena melihat kemeriahan OSKM tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara luring. Berbeda sekali dengan tahun saya. OSKM ini dilakukan selama beberapa hari. Setiap mahasiswa baru akan dikelompokkan dan dibimbing oleh 2 orang mentor yang merupakan kakak tingkat. Kegiatannya berupa webinar, sesi diskusi berkelompok, dan ada beberapa tugas yang diberikan. OSKM ini sering mengundang pembicara yang merupakan tokoh-tokoh terkenal dan inspiratif. Ini yang membuat saya terkesan meskipun diadakan secara daring, manfaatnya tetap terasa.

Perkuliahan

Tak lama dari OSKM, masa perkuliahan pun dimulai. Tahun pertama di ITB, mahasiswa belum memiliki jurusan, kecuali beberapa yang sudah peminatan. Sehingga proses pembelajaran akan dilakukan lebih umum, misalnya mata kuliah kalkulus, fisika, kimia, Bahasa Inggris, dan sebagainya. Di setiap fakultas juga akan dikenalkan dengan mata kuliah dasarnya. Misalnya saja di fakultas saya ada mata kuliah PITB (Pengantar Ilmu dan Teknologi Kebumian) yang mengajarkan dasar dari keempat prodi yang ada. 


Saat itu, fakultas saya dibagi menjadi 4 kelas besar dengan 1 kelas berisi sekitar 60 orang. Kalau tidak salah, kelas itu permanen artinya tidak berubah selama TPB. Perkuliahan dilakukan secara daring dan jadwal di tahun pertama saya cukup padat, mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore hampir setiap harinya. Oh iya, perkuliahan libur pada hari Sabtu dan Minggu. Setiap mata kuliah berdurasi kurang dari 2 jam, dimana sisanya itu dipakai untuk istirahat sejenak pergantian mata kuliah. 


Secara umum seperti ini:

07.00 - 09.00 : Mata kuliah 1 + istirahat sekitar 20 menit

09.00 - 11.00 : Mata kuliah 2

13.00 - 15.00 : Mata kuliah 3 + istirahat sekitar 20 menit

15.00 - 17.00 : Mata kuliah 4


Jeda yang sedikit memang membuat saya agak pusing menerima pelajaran. Ditambah lagi kurang waktu untuk mempersiapkan diri dan pikiran untuk mata kuliah berikutnya. Sehingga kita dituntut lebih pintar untuk mengatur waktu. Tetapi, jika perkuliahan dilakukan secara luring, mungkin waktu istirahatnya akan habis untuk mobilisasi ke ruang kelas berikutnya. Oh iya, mata kuliah yang dipilih untuk tahun pertama ini sudah dipaketkan ya, sehingga kita tidak perlu pusing memilih mata kuliah yang akan diambil.



Baca juga postingan Toga dan Menakjubkannya Kehidupan #2: Tips dan Cara Belajar UTBK Untuk Masuk PTN Impian

SMPE-SSDK (Strategi Menjadi Pribadi Efektif - Strategi Sukses di Kampus)

Rangkaian acara untuk mahasiswa baru ternyata tidak berhenti di OSKM. Ada satu program lain yang dilaksanakan setelah perkuliahan dimulai. Berbeda dengan OSKM yang bertujuan mengenalkan budaya kemahasiswaan di ITB, SMPE-SSDK dilakukan dengan maksud mahasiswa baru lebih siap menghadapi perkuliahan dan bisa mengenal dirinya sendiri agar dapat mengatur strategi yang tepat di perkuliahan. Mahasiswa baru dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dibimbing 2 orang mentor, sama halnya dengan OSKM. Namun, teman sekelompok dan mentor berasal dari fakultas yang sama. Hal ini juga berguna agar kita bisa lebih mengenal fakultas sendiri. 


Di sisi lain, saya juga sering bertanya mengenai beberapa jurusan yang menarik minat saya kepada para mentor. Mereka juga sering memberi tips-tips berjuang di fakultas selama TPB. Tak berhenti di situ, hubungan mentor dan mentee ini diharapkan juga tidak putus saat SMPE-SSDK selesai, karena mentee ditekankan untuk bebas bertanya kepada mentor sekalipun dalam hal pelajaran. Oh iya, SMPE-SSDK ini dilakukan 2 kali selama tahun pertama di ITB, di semester pertama dan juga semester kedua. Kegiatannya lebih banyak dalam kelompok, dibandingkan webinar secara komunal. Tersedia modul interaktif yang membuat kita lebih mengenal diri sendiri.


Beberapa materi yang saya ingat yaitu mengenai prinsip dan paradigma, tes untuk mengetahui jam produktif (chronotype), mengatur waktu, SWOT diri, dan sebagainya. Sejujurnya SMPE-SSDK ini lebih berguna bagi saya dalam hal pembelajaran di kuliah. Mentor yang berasal dari fakultas yang sama, tentunya dapat menjadi pembimbing yang tepat karena mereka juga pernah merasakan apa yang dirasakan para mentee, akan lain cerita jika mentor dan mentee berasal dari fakultas yang berbeda. Setiap fakultas punya karakternya masing-masing

Kuesioner Pemilihan Jurusan

Tahun pertama mahasiswa di ITB berkutat pada fakultasnya, kami belum memiliki jurusan yang pasti. Hal ini berguna bagi mahasiswa untuk mengenal dulu berbagai jurusan yang ada di fakultas tersebut. Sehingga dapat mempertimbangkan dimana minat dan karir yang mereka inginkan kelak. Beberapa mahasiswa sudah menentukan rencana jurusannya sejak awal masuk kuliah. Namun, sebagian lain mungkin tidak. Adanya masa TPB ini diharapkan mengurangi jumlah mahasiswa yang merasa salah jurusan. Meskipun begitu, masuk ke suatu jurusan tertentu perlu usaha yang ekstra apalagi jika jurusan tersebut adalah yang paling banyak peminat. 

Hingga kini saya masih tidak tau pasti apa parameter yang digunakan dalam penentuan jurusan seseorang. Beberapa teman, kakak tingkat, dan dosen berpendapat bahwa minat mahasiswa adalah yang utama dalam mempertimbangkan jurusan akhir yang diberikan. Maka dari itu, ada kuesioner minat jurusan yang harus diisi oleh mahasiswa tahun pertama. Seingat saya dilakukan 3 kali, pada awal masa kuliah, akhir semester 1 atau awal semester 2, dan akhir semester 2. Dalam mengisinya, kami mengurutkan jurusan yang ada, dimulai dari yang paling diminati hingga kurang diminati. Pengisiannya bebas, bisa berubah tergantung minat saat itu. Namun, pengisian yang konsisten dapat menunjukkan bahwa kita memiliki minat yang besar pada jurusan tersebut. Mungkin akan memperbesar peluang masuk ke jurusan tersebut.

Desas-desus lain yang mungkin benar (mungkin juga tidak) adalah bahwa penentuan jurusan ini ibarat pelelangan barang. Siapa yang memiliki harga tinggi, dia yang dapat. Jadi mahasiswa dengan IP tinggi akan lebih besar peluangnya lolos di jurusan favorit. Tidak tau ini benar atau tidak. Intinya, saya akan memilih jurusan yang saya minati terlebih dahulu, mengenai IP saya kalah dengan yang lain atau tidak, itu urusan belakangan.

Kuis Bersama Fakultas (KBF)

Bukan kuliah namanya jika tidak ada kuis. Pada awalnya, saya bingung kuis itu seperti apa. Apakah mendadak, tes lisan, atau seperti ujian pada umumnya. Ternyata kuis itu seperti ulangan harian di SMA. Diberikan soal, lalu dikerjakan. Bentuknya bebas mengikuti keinginan dosen. Bisa jadi tes lisan, bisa jadi tulis tangan, bisa jadi diketik. Urusan mendadak atau tidaknya, ini juga bergantung pada dosen. Tidak ada yang pasti di dunia ini.

Saya merasakan pada tahun pertama ini tidak terlalu banyak kuis jika dibandingkan perkuliahan di jurusan. Namun, ada kuis yang rutin dilaksanakan, yaitu KBF. KBF ini dilaksanakan mungkin hampir di semua fakultas dengan mata kuliah kalkulus, fisika, dan kimia. Soal setiap fakultas bisa berbeda, jadwalnya juga berbeda. KBF ini biasanya dilaksanakan di hari Sabtu, di luar jam kuliah. Media yang digunakan itu website perkuliahan misalnya edunex dan hasilnya terkadang langsung muncul sesaat setelah kita menyelesaikan kuis. Jangan heran jika grup Line akan ribut karena nilai yang muncul tidak sesuai harapan.

Ujian

Tidak lengkap rasanya kuliah tanpa ujian. Meskipun itu adalah masa-masa yang paling membuat stres. Ujian TPB dilakukan setiap hari Sabtu, sehingga akan terasa lama sekali. Setiap Sabtu, mata kuliah yang diujikan, kalau tidak salah, bisa 1 atau 2 (agak lupa). Untuk mata kuliah yang membutuhkan ujian praktik seperti olahraga, dulu diminta untuk mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk video. Jika kuliah secara luring, mungkin dilakukan langsung di hadapan dosen.


Pada akhir masa perkuliahan, akan ada masa ujian perbaikan terutama bagi mahasiswa yang mendapat indeks tertentu. Tapi ujian perbaikan ini perlu dipikirkan matang-matang, karena ada mata kuliah yang menggunakan nilai terakhir, artinya sangat bergantung pada nilai ujian perbaikan. Jika nilainya lebih bagus, maka nilaimu akan naik. Namun, jika sebaliknya, nilaimu akan ikut turun.


-----------------------


Tahun pertama ini adalah tahun yang sangat penting dalam membentuk mindset dan kebiasaan saat berkuliah. Jadi, usahakan kamu menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan perasaan yang baik. Di tahun ini juga kamu dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi, lingkungan, dan sistem yang baru. Jangan berkecil hati jika hasil yang didapat tidak sesuai harapan.


Saya rasa semua orang pasti pernah mendapat nilai yang kurang bagus. Juara di SMA tidak menjamin kamu akan selalu mendapat nilai yang bagus di perkuliahan. Semuanya berbeda. Perlu adanya usaha yang keras untuk bisa dapat yang terbaik.


SEMANGAT!


Jangan lupa saksikan cerita saya lainnya.